Chủ Nhật, 21 tháng 6, 2009

KONSTRIBUSI MAHASISWA PUNCAK JAYA JAWA TIMUR

Berita : KONSTRIBUSI MAHASISWA PUNCAK JAYA JAWA TIMUR

Surabaya (ANTARA News) - Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Surabaya (PENS-ITS Surabaya), M Fathoni dan Rudy HP, merancang program komputer untuk mendeteksi situs porno.

Hasil rancangan kedua mahasiswa jurusan Teknologi Informasi itu merupakan salah satu dari 130 peserta lomba Tugas Akhir (TA) yang diikuti empat jurusan di lantai dasar Gedung D-4 PENS-ITS Surabaya, Kamis.

"Program yang kami buat memang masih terbatas, karena hanya programer yang dapat memanfaatkannya. Tetapi kami juga mengarah pada pembuatan `software` (piranti lunak), agar dapat dimanfaatkan masyarakat umum," ujar Fathoni.

Ia menjelaskan dirinya dan rekannya Rudy HP tertarik untuk merancang program deteksi situs porno itu, setelah mengetahui gambar porno yang mulai merajalela, sedangkan para orang tua masih awam teknologi.

"Imej program (program seleksi gambar) yang kami ciptakan itu disimpan di dalam server, kemudian dia akan dapat menyeleksi dalam tiga metode," paparnya.

Menurut dia, program deteksi situs porno yang ada di pasaran selama ini hanya memblokir situs porno dari alamat situs yang dikenal melansir gambar-gambar porno.

"Masalahnya, program yang ada akan kesulitan mendeteksi gambar porno dari situs pribadi dan situs yang tidak menggunakan alamat situs porno," tegasnya.

Namun, katanya, "imej program" yang mereka rancang akan dapat menyeleksi gambar porno dari tiga metode, yakni deteksi warna, deteksi tekstur, dan deteksi obyek.

"Deteksi warna itu akan mendeteksi warna kulit manusia, sedangkan deteksi tekstur akan mendeteksi bentuk manusia yang berwarna sama dengan benda seperti kayu," ucapnya.

Setelah itu, program yang dirancang juga akan mendeteksi dari obyek yang sering dianggap porno, yakni payudara, alat kelamin, pantat, dan sebagainya.

"Program yang ada juga masih mungkin untuk ditambah dengan program deteksi yang baru sebagai tambahan. Tapi semuanya memang masih dalam bentuk kode-kode pemrogaman, bukan `software`," ungkapnya.

Karya Fathoni dan Rudy itu merupakan bagian dari 130 peserta lomba dari empat jurusan di PENS-ITS yakni Teknik ELektronika, Teknik Telekomunikasi, Elektro Industri, dan Teknologi Informasi.

Hasil rancangan lainnya yang menarik antara lain alat deteksi kadar alkohol berbasis SMS, sistem pemantau kereta api "online", pembuatan becak elektrik, robot musisi pembaca not balok, dan sebagainya

WAWANCARA MENTERI

Berita : WAWANCARA MENTERI

http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.23.22071011
&channel=&mn=&idx=

Wawancara Khusus dengan Menkominfo M Nuh
Siapkan Software Anti Situs Porno

Minggu, 23 Maret 2008 | 22:07 WIB

JAKARTA, MINGGU--Rencana pemerintah RI untuk memberangus situs-situs porno telah bulat. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan April 2008 mendatang situs tersebut akan diblokir. Bagaimana dengan kesiapan pemerintah? Minggu (23/3) malam, wartawan PersdaNetwork, Hendra Gunawan dan Achmad Subechi mewawancarai Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh. Berikut petikannya:

Bagaimana dengan rencana memblokir situs-situs porno?
Kami sudah sepakat dengan seluruh yang terkait bahkan kepada Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla bahwa per 1 April mendatang situs-situs porno akan diblokir.

Persiapan yang Anda lakukan?
Jadi kita sekarang sedang mulai mensosialisasikannya sampai akhir Maret 2008 ini. Esensinya adalah meminimalkan penyalahgunaan internet. Dan disisi lain kita mendorong penggunaan internet untuk kebutuhan yang membangun.

Secara tekhnis proses pemblokirannya bagaimana?
Kita sudah menyiapkan tiga layer untuk memblokir. Pertama adalah pada perorangan. Kita tumbuhkan kesadaran kepada masyarakat karena internet itu memang kita perlukan lantaran banyak positifnya. Tapi juga ada negatifnya. Agar jangan disalahgunakan untuk akses situs-situs yang tidak baik, maka kita akan blokir. Nah, untuk level pertama ini disebut bottom level atau grass root layer.

Langkah konkrit untuk layer pertama ini apa?
Untuk level ini masyarakat akan kita kasih paket software secara free, bisa diakses di Depkominfo maupun dibagikan secara langsung ke masyarakat. Disini kita mengandalkan kebaikan individu.

Layer kedua yang Anda maksud?
Namanya medium layer. Kita ingin memanfaatkan sistem jaringan yang ada, jaringan struktukrtur network baik di kampus, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor dan departemen. Di intenet itu kan ada yang dinamakan... adminnya, sebelum keluar gateway. Istilah tepatnya, administratornya. Nah di sentral gateway di kantor, kita bentengi diadminnya.

Bagaimana caranya?
Kita pasang software agar tidak bisa mengakses situs porno.

Lalu layer ketiga?
Sedangkan layer ketiga ini... namanya top layer. Kita kerja sama dengan ISP (Internet Service Provider) agar di sana juga dipasang filter. Nama filternya adalah IIX (Indonesia Information Exchange). Itu yang akan dipasang filter. Dari tiga layer itu kita bisa meminimailisir seseorang yang akan melakukan akses terutama untuk sesuatu yang tidak benar.

Walau sudah diprotek, tapi ada juga warnet yang nakal. Trik Anda?
Ya kita juga kerja sama dengan asosiasi-asosiasi penyelenggaran jasa internet. Kita tetap harus menyediakan jasa ke masyarakat, agar jangan disalahgunakan. Esensinya kan itu. Dia kan tak bisa akses langsung, lewat ISP, jadi kalau ISP ini yang dipasang filter.

Pelanggaran dari ISP, apa sanksinya?
Insya Allah Selasa besok ada UU ITE (informasi dan transaksi elektronik) dan akan diselesaikan di rapat paripurna. Jadi kalau mau memanfaatkan UU ITE itu sudah jelas akan ada sanksi hukumnya terhadap para pelaku, termasuk menyebarkan informasi yang tidak menyenangkan itu hukumannya sangat jelas dalam UU itu. Jadi apa yang kita lakukan ini adalah upaya untuk meminimisasi. Jadi orang-orang yang bergerak di bisnis IT itu kan sangat kreatif, sudah diprotek mereka juga bisa membobolnya. Karena itu paling tidak kita akan membentenginya dengan undang-undang.

Bagaimana peta situs esesk-esek di Indonesia?
Wah saya itu terus terang belum lihat peta situs-situs porno di Indonesia. Tapi kalau dilihat dari keluhan-keluhan yang masuk ke kami, ya sangat banyak. Namanya pun (situs porno) juga agak susah, karena tidak selalu pakai nama XXX. Ada yang pakai nama... taruhlah mainmata.com atau nama santai.com. Jadi, susah dideteksi memang, tapi dengan tim watch content nanti kita bisa melihatnya. Sehingga kalau ada produk baru, kita bisa memblok lagi, diblok lagi. Dari apa saja yang sudah diduga punya kandungan tidak jelas.

Akan ada kerja sama dengan Polri?
Itu ujungnya. Saat ini kita belum memiliki pendekatan ke arah kriminal. Mengapa? Karena kita ingin tumbuh kesadaran lebih dulu. Jadi ada tiga layer approach, agar menumbuhkan self filtering supaya tak perlu repot memobbol. Tapi kalau mereka tidak mempunyai self filtering, malah lebih punya minat agitasi, maka kita harus berusaha meng-hack. Jadi kita ingin menaikkan teledencity atau subscriber internet. Akan tetapi malah ada kekhawatrian hal ini akan disalahgunakan, dan tak ada efek positifnya. Padahal semuanya butuh internet. Kalau disalahgunakan malah akan terjadi resistensi tersendiri. Kita harus mencegah kemudharatannya.

Yakin dengan rencana internet masuk desa?
Kita sudah siapkan CAP (community access point), ada yang stationer ada yang lain. Dengan CAP itu masyarakat bebas mengakses internet. Ada yang pakai hotspot, ada yang pakai jaringan. Harganya juga cenderung turun sehingga mudah dimanfaatkan. Selain itu kita bisa manfaatkan dana dari CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sehingga rencana ini akan cepat dilaksanakan

TV DAN INTERNET BERI ANDIL MELEDAKNYA ANGKA SEKS PRANIKAH


Rabu, 11 Juli 2007 @ 12:47:04
TV DAN INTERNET BERI ANDIL MELEDAKNYA ANGKA SEKS PRANIKAH



Pengaruh tayangan televisi yang menonjolkan pornografi dan pornoaksi, maraknya penjualan keping disk khusus dewasa serta kebebasan membuka situs pornografi di internet diduga semakin `meledakkan` angka seks pra nikah yang dilakukan para remaja di Jawa Barat.

Demikianlah benang merah Diskusi Panel "Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap Faktor Destruktif melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi" yang digelar di Islamic Centre Cirebon, belum lama ini.

Tampil sebagai pembicara Ketua Divisi Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono S Sos, sosiolog dari STAIN Cirebon Prof Dr Abdullah Ali MA, dan Shakina Mirfa Nasution SE MApp.Fin juga dari ASA. .

Menurut Arif Srisardjono, angka seks pra nikah yang menghinggapi remaja di Jawa Barat diperkirakan lebih dari 40 persen, karena hasil survei tahun 2002 menunjukkan 40 persen remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktekan seks pranikah.

Demikian juga survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek didapatkan hasil lebih dari 80 persen anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi dari sejumlah media termasuk internet.

"Jika saja ada kembali survei tahun 2007 ini maka angka seks pra nikah mungkin lebih besar lagi," katanya.

Ia mendesak agar UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan remaja segera diundangkan dan UU tersebut harus mengakomodir klausul khusus tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi.

Sadari bahaya pornografi:
Sementara Prof Dr Abdullah Ali MA mengatakan, semua pihak seharusnya menyadari terhadap bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan perkembangan jiwa anak-anak sehingga perlu perangkat proteksi baik berupa udang-undang ataupun teknologi maju untuk membendung hal itu.

"Di China sangat keras proteksi untuk itu dimana semua warung internet diwajibkan memblok situs-situs pornografi, tetapi di sini tidak ada pengawasan itu," katanya.

Ia mengungkapkan, masyarakat harusnya menyadari bahwa serangan pronografi dan pornoaksi itu telah muncul di berbagai tempat sehingga selain mengawasi segala aktifitas anak-anaknya, juga harus semakin mempertebal keimanan mereka.

Melebihi kokain:
Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan Tuhan untuk orang yang sudah menikah.

"Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan," katanya.

Ia menjelaskan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornograsi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks. (rol)

Berita : BLOKIR SITUS PORNO

Berita : BLOKIR SITUS PORNO


Pemerintah Akan Blokir Situs Porno pada April-Mei



Surabaya (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Ir Mohammad Nuh DEA menyatakan pemerintah akan memblokir situs porno mulai April dan diharapkan akan tuntas pada Mei mendatang.

"Pengguna internet di Indonesia memang masih kecil dengan kisaran 25 juta orang, tapi Mei mendatang akan meroket, karena kami akan memberi fasilitas khusus untuk SMA/MA se-Indonesia," katanya di Surabaya, Jumat.

Usai menjadi khotib salat Jumat dan meresmikan laboratorium IT di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), ia mengatakan, fasilitas khusus yang diberikan secara gratis kepada SMA/MA se-Indonesia akan mendorong lompatan pengguna internet.

"Lompatan itu diperkirakan mendorong pengguna internet di Indonesia menjadi sekitar 50 juta. Jumlah itu kecil atau sekitar 25 persen dari jumlah penduduk Indonesia, tapi jumlahnya sudah 20 kali lipat Singapura, apalagi Malaysia," katanya.

Menurut mantan rektor ITS Surabaya itu, sosialisasi pemanfaatan internet melalui fasilitas khusus itu akan menimbulkan dampak negatif yakni penggunaan internet untuk mengakses situs-situs yang tidak bagus (negatif) atau porno.

"Untuk mengantisipasi dampak negatif itu, kami akan memblokir situs-situs porno dalam tiga level yakni masyarakat, software (piranti lunak), dan jaringan provider (bekerjasama dengan Internet Service Provider atau ISP)," katanya.

Oleh karena itu, katanya, ketiga level diharapkan akan dapat dituntaskan pada April-Mei. "Di level masyarakat, kami berharap kesadaran masyarakat untuk memblokir sendiri dengan tidak membuka situs-situs negatif," katanya.

Di tingkat software, katanya, Depkominfo akan menjalin kerjasama dengan instansi (departemen) dan sekolah untuk mengunduh (download) software dengan program blokir situs porno pada website Depkominfo RI.

"Kalau mereka mengunduh, maka mereka dapat memasang pada admin komputer di setiap instansi pemerintah dan sekolah untuk memblokir, sehingga dampak negatif dari internet di instansi dan sekolah dapat diminimalisir," katanya.

Langkah blokir paling akhir, katanya, Depkominfo akan bekerjasama dengan provider (ISP) untuk memblokir situs yang merusak bangsa. "Semua tingkatan itu, kami harapkan akan dapat dilaksanakan pada April-Mei mendatang," katanya.

Ditanya tentang kemungkinan program untuk memblokir situs porno itu akan dibobol para hacker, ia menambahkan hal itu dapat diantisipasi secara teknologi pula.

"Bersamaan pemblokiran situs porno itu, kami akan memasukkan isi (content) yang berkaitan dengan bisnis atau industri, seperti bagaimana memantau stabilitas harga padi atau ikan. Kami juga berharap tempat ibadah seperti MAS juga membuat software tentang evaluasi ahlak yang diajarkan Alquran," katanya.

Di MAS, Mohammad Nuh bersama Executive General Manager Telkom Divre V Jatim, Mas`ud Khamid, meresmikan laboratorium informasi dan teknologi Broadband Learning Center (BLC) di lantai dasar MAS yang berkapasitas 11 Personal Computer (PC) serta dilengkapi akses internet berkecepatan tinggi

Bahaya : Merusak MASYARAKAT

Bahaya : Merusak MASYARAKAT

----------------------------------------
sumber : Majalah Alia, mei 2006
----------------------------------------
Seorang anak lelaki kelas 5 SD maju ke depan, membuka kemeja can memeloroti celana pendeknya, lalu memperlihatkan kemaluannya kepada ibu gurunya seraya berseru, "Surprise...!" Selidik punya selidik, pemuda cilik ini mendapat inspirasi dari berbagai tayangan porno yang pernah dilihatnya di berbagai media. Seorang pemuda kecil lainnya bercerita bahwa blue film alias film-_film porno menjadi tontonan keluarga sehari-hari di rumahnya!

Luar biasa sungguh bahaya yang mengepung kita dan anak-anak kita dari segala penjuru, dalam berbagai bentuk, mulai dari narkoba hingga pornografi. Satu atau dua dasawarsa lalu, seorang anak muda mesti pergi ke tempat-tempat tertentu untuk, misalnya, membeli buku porno. Sekarang, maksiat datang menyerbu kita dan anak-anak kita di mana saja,

bahkan juga di dalam rumah! Tahukah Anda bahwa sebagian besar dari 1705 anak SD kelas 4, 5 can 6 di Jabotabek dalam sebuah penelitian menyatakan mereka memperoleh akses can menyebar-luaskan tayangan can gambar porno lewat ponsel? Sadarkah kita bahwa banyak sekali tayangan televisi yang porno dan merusak kesehatan lahir batin, jasmani dan ruhani kita semua?
Rubrik utama kita kali ini diisi beberapa artikel oleh Elly Risman, seorang psikolog terkemuka, dan timnya pada Yayasan Kita dan Buah Hati yang beberapa tahun terakhir ini meneliti can menemukan bukti betapa besarnya keterpaparan anak-anak kita pada pornografi. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dalam melindungi anak-anak can diri kita semua.
--------------------------------------------------------------------------------
Apa Sih Pornografi Itu?

Ramai orang protes hetika sebuah majalah porno dari Ameriha diterbithan di Indonesia, Padahal, tanpa import dari Barat pun di sin! pun sesah nafas kita dikepung oleh pornografi!

Tak usahlah pergi ke toko buku besar di Jakarta/dikota2 untuk mencari majalah porno, tinggal berjalan ke arah kios dan lapak penjual koran dan tabloid di pasar terdekat kita sudah bisa menemukan beragam media cetak dengan gambar dan tulisan jorok. Lagu-lagu, film, sinetron, komik dan situs-situs porno dapat dengan mudah diakses anak-anak dan remaja yang tinggal di perkotaan.

Menurut Kejaksaan Agung Amerika tahun 1986, konsumen utama pornografi (baik berupa majalah, internet, tabloid dll.) di Amerika adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. Tetapi, menurut penelitian para konselor remaja di Yayasan Kita dan Buah Hati,

sebagian besar dari 1705 anak SD kelas 4,5 dan 6 di Jabotabek yang mereka teliti ternyata sudah bersinggungan dengan pornografi, dalam berbagai format dan lewat berbagai media!

Ketika ramai orang berdebat tentang perlu tidaknya diadakan undang-undang anti pornografi bersliweranlah berbagai definisi pornografi yang terkesan longgar dan ketat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan si pemberi definisi.

Salah satu situs internet Islam di Amerika Utara, www.soundvision.com, menjelaskan bahwa pornografi tidak hanya meliputi gambar atau tayangan yang hard core dan naked/nudity (ketelanjangan) tetapi juga orang yang berbusana tidak pantas/minim, situasi seksual, kissing, touching antar lawan/sejenis, dan humor porno.

Menurut Family English Dictionary karya Collin, pornografi adalah tulisan_tulisan, gambar atau film yang didisain untuk keperluan kepuasan atau kesenangan seksual.

Di Barat, pornografi ternyata merupakan industri bernilai 12-13 milliar dollar USA per tahun, lebih dari gabungan industri Coca Cola dan Mc.Donnel Douglas(produsen pesawat terbang).

Website sebuah majalah porno paling terkenal dikabarkan menerima 4,7 juta kunjungan elekironik (hits) per hari! Lebih dari 30% situs di website dunia adalah pornogarfi.

Repotnya, kerusakan besar pada masyarakat yang disebabkan pornografi - seperti kekerasan seksual bahkan pada anak-anak dan kehancuran rumah tangga - bukan terjadi di Barat saja.

Sekarang ini, dengan pertolongan teknologi informasi canggih seperti internet, televisi dan telepon satelit, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim pun menjadi salah satu korban (sekaligus produsen) pornografi dalam skala besar. Misalnya saja, seorang anak SD yang mendapat tugas dari sekolah untuk menulis esei tentang serangga dan mencari informasi di internet, kemungkinan besar justru akan memperoleh pornografi. Ketika diketiknya "lalat" atau "nyamuk" pada search engine seperti Google atau Yahoo, muncul pulalah situs_situs porno yang menggunakan nama-nama itu!

Beberapa tayangan sinetron yang menjadi konsumsi remaja kita pun mengajari anak-anak kita untuk bereksperimen dengan pornografi dan perzinahan. Satu di antaranya diputar oleh SCTV yang salah satu adegannya memperlihatkan sekelompok remaja berseragam SMA yang bersama-sama menonton film porno lalu sepasang demi sepasang mereka masuk kamar untuk melampiaskan syahwat rnereka.

Beberapa film yang bikin geger di Indonesia, seperti Buruan Cium Gue atau Virgin, misalnya, memang dibuat berdasarkan film-film jorok dari Amerika yang mengumbar adegan perzinahan antara kakak dan adik tiri, murid dengan guru, atau dengan teman sejenis. Di film Virgin, misalnya, ada adegan seorang gadis yang menjual keperawanannya seharga Rp 10 juta kepada seorang laki-laki tua di kamar mandi sebuah mall hanya karena ingin membeli handphone berkamera!

Dengan demikian, jangan mengira bahwa karena kita tinggal di Indonesia maka anak-anak kita selamat dari bahaya pornografi. Beberapa statistik di bawah ini memang diperoleh di Barat, tapi bisa saja menjadi gambaran masyarakat kita sendiri.

Bahaya : Merusak ANAK

by .detius yoman

Bahaya Pornografi Bagi Anak
majalah-nikah.com
Majalah Nikah Vol. 3 No. 4, Juli 2004

Tak perlu ikut pusing dan repot mendefinisikan pornografi, bermain kata-kata untuk mencari celah kebolehannya. Dalam Islam, mengumbar aurat, melukiskan atau menceritakan hubungan intim adalah dilarang.. juga, sesuatu yang dapat membangkitkan gairah seksual sehingga memicu penyaluran bukan pada tempat yang dihalalkan adalah haram. Sebab telah terbukti kerusakannya, tidak saja pada orang dewasa bahkan anak-anak.

Terdapat banyak bahaya yang ditimbulkan oleh pornografi, yang sifatnya secara berangsur-angsur dan bisa menyebabkan kecanduan. Seperti orang yang gemar minuman keras, lama-lama dia akan menjadi pecandu. Anak-anak juga demikian, semakin sering melihat hal-hal berbau pornografi, kemungkinan terjadi penyimpangan seksual atau kecanduan seks semakin besar.

Apalagi saat ini media electronik dan massa, semakin gencar menayangkannya. Kondisi semacam ini akan memperbesar bahaya potensial yang ada pada pornografi. Berikut ini, beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh pornografi berdasarkan penelitian dan pengamatan di Negara yang mempelopori adanya seks bebas (free sex) yaitu Amerika.

1. Pornografi dapat membuat anak menjadi korban kekerasan seksual

Di negara barat yang mempunyai akses internet lebih leluasa, para pengidap pedhophilia (orang yang senang melakukan hubungan seks terhadap anak-anak kecil) dan pemburu seks memanfaatkannya untuk mencari mangsa (anak-anak). Internet merupakan media yang terbukti nyata sebagai alat berguna bagi mereka. Semakin sering mereka mengakses pornografi lewat internet, semakin tinggi resiko melakukan apa yang diihatnya, termasuk kekerasan seksual, perkosaan, dan pelecehan sekseual terhadap anak.

2. Hubungan pornografi dengan perkosaan dan kekerasan seksual

Menurut salah satu penelitian, anak dibawah 14 tahun yang melihat pornografi, lebih banyak terlibat praktek penyimpangan seksual, terutama perkosaan. Sedikitnya lebih dari sepertiga pelaku pelecehan seksual pada anak dan pemerkosa dalam penelitian ini, mengaku melakukannya akibat melihat pornografi. Dari 53% pelaku itu dilaporkan menggunakan pornografi sebagai rangsangan untuk melakukan aksinya.

Kebiasaanmeng konsumsi pornografi dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap bentuk pornografi yang lembut, sebaliknya semakin kuat ingin melihat materi-materi yang mengandung penyimpangan dan kekerasan seksual. Dalam sebuah penelitian terhadap para napi yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak, 77% dari mereka yang melakukannya terhadap anak lelaki dan 87% yang melakukan terhadap anak perempuan mengakui terbiasa menggunakan pornografi sebagai pendorongnya.

Pornografi juga mempermudah pelecehan seksual terhadap anak dalam berbagai cara. Contohnya, para pedofilia menggunakan foto/gambar porno unuk menunjukkan pada korbannya bahwa suatu aktivitas seksual tertentu tidak mengapa. Mereka akan berkata, “Orang ini menikmatinya, demikian juga kamu nanti.”

3. Pornografi menyebabkan penyakit seksual, hamil diluar nikah, dan kecanduan seks

Semakin sering anak-anak melihat baik pornografi “lembut” atau hal-hal yang mengandung penyimpangan seksual mereka akan mempelajari sebuah pesan yang sangat berbahaya dari pembuat pornografi, yaitu “seks tak bertanggung jawab adalah boleh dan dibutuhkan”. Karena, pornografi mendorong ekspresi seksual tanpa tanggung jawab, hal ini akan membahayakan kesehatan anak. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan secara terus menerus penyakit kelamin.

Di AS, sekitar 1 dari 4 remaja yang telah melakukan hubungan seksual, menderita penyakit kelamin tiap tahunnya. Hal ini menhasilkan 3 juta kasus penyakit kelamin pada remaja. Rata-rata insfeksi Syphilis di antara para remaja telah meningkat lebih dari 2 kali lipat, sejal pertengahan tahun 1980-an. Jumlah anak yang terkena penyakit kelamin setiap tahunnya, lebih banyak disbanding jumlah seluruh penderita polio selama 11 tahun, saat terjadi wabah pada tahun 1942-1953. Hasil lain yang terlihat jelas dengan adanya aktivitas seksual pada anak-anak adalah peningkatan jumlah kehamilan di anatara para pelajar.

Penelitian telah menunjukkan bahwa lelaki yang melihat seabrek hal-hal yang berbau pornografi sebelum usia 14 tahun (bukan berarti setelah usia ini boleh melihat-red), lebih aktif secara seksual dan sibuk dengan aktivitas seksual yang beraneka ragam daripada yang tidak melihat. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa di antara 932 pecandu seks, 90% lelaki dan 77% perempuanmenyatakan bahwa pornografi berhubungan nyata dengan kecanduannya itu.

4. Pornografi mendorong anak melakukan tindakan seksual terhadap anak lain

Anak-anak sering meniru apa yang dibaca, dilihat atau yang didengar. Banyak penelitian mengemukakan bahwa pornografi dapat mendorong mereka melakukan tindakan seksual terhadap anak yang lebih muda, kecil dan lemah. Para ahli di bidang kejahatan seksual terhadap anak menyatakan bahwa aktifitas seksual pada anak yang belum dewasa selalu memunculkan 2 kemungkinan pemicu : pengalaman dan melihat. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang menyimpang secara seksual mungkin telah tercemar atau gampang melihat hal-hal seksual melalui pornografi.

Dalam sebuah penelitian dari 600 lelaki dan perempuan usia SMP dan di bawahnya di AS, peneliti Dr. Jennings Bryant menemukan bahwa 91% lelaki dan 82% wanita mengaku telah menonton film porno atau yang berisi kekerasan seksual. Lebih dari 66% lelaki dan 40% wanita dilaporkan inginmencoba beberapa adegan seks yang telah ditontonnya. Dan diantara Siswa Sekolah Menengah (SMP), 31% lelaki dan 18% wanita mengaku benar-benar melakukan beberapa adegan dalam film porno itu, beberapa hari setelah menontonnya.

5. Pornografi mempengaruhi pembentukan sikap, nilai dan perilaku

Pesan-pesan yang tidak bertanggungjawab yang sangat kuat dari pornografi, bisa mengajari anak-anak tentang masalah-masalah seksual.

Foto, video, majalah, game, dan situs internet yang berbau porno yang menggambarkan perkosaan dan tindakan tak berprikemanusiaan pada wanita dalam adegan seksual, menjadi alat perusak bagi pendidikan seks. Bahayanya bagi anak bercabang-cabang, sebagaian adalah perubahan perilaku. Berulang-ulang penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak melihat bentuk-bentuk gambar pornografi, punya pengaruh dramatis pada pelakunya yaitu bagaimana mereka melihat wanita, kejahatan seksual, hubungan seksual, dan seks pada umumnya. Kesimpulan penelitian-penelitian ini tak terbantahkan dalam kenayataan, yaitu:

Ketika responden pria diberi pornografi jenis kasar selama sedikitnya 6 minggu, mereka :

Terbentuk sifat kasar secara seksual yang semakin meningkat terhadap wanita

Mulai menyepelekan perkosaan sebagai tindak kejahatan atau tak lagi menganggapnya sebagai kejahatan

Terbentuk persepsi yang menyimpang terhadap seks

Muncul hasrat yang besar terhadap jenis pornografi yang lebih menyimpang, aneh, atau kejam(seks yang normal tidak lagi dirasakan memuaskan)

Menghilangkan nilai penting perkawinan dan mengurangi keyakinan bahwa perkawinan merupakan ikatan yang sah

Memandang seks bebas sebagai perilaku normal dan alami

6. Pornografi mengganggu jati diri dan perkembangan anak

Selama waktu kritis tertentu pada masa kanak-kanak, otak anak kecil telah terprogram tentang orientasi seksual. Selama periode ini, pikiran tersebut terlihat membangun jaringan mengenai apa yang merangsang atau menarik seseorang. Melihat norma-norma dan perilaku seksual yang sehat selama waktu kritis itu, dapat membentuk orientasi seks yang sehat. Sebaliknya, jika melihat penyimpangan seksual bisa terpatri dalam otaknya dan menjadi bagian tetap dalam orientasi seksualnya.

Temuan-temuan Psikolog Dr. Victor Cline menyatakan bahwa ingatan-ingatan dari pengalaman yang terjadi saat perasaan terangsang (termasuk di sini rangsangan seksual) dipatri di otak oleh epinephrine, suatu hormone dalam glandula adrenalin, dan susah dihapus. Hal ini mungkin merupakan sebagian penjelasan tentang pengaruh candu pornografi. Melihat pornografi bisa membuat kondisi seseorang secara potensial mengulangi fantasi seksualnya sewaktu masturbasi.

Indentitas seksual terbentuk secara berangsur-angsur pada masa kanak-kanak dan remaja. Sebenarnya, anak-anak umumnya tidak memiliki suatu kekuatan seksual alami sampai menginjak usia 10 dan 12 tahun. Selama perkembangannya, anak-anak khususnya mudah terkena pegaruh yang mempengaruhi proses perkembangan itu. Jalur singkat melalui pornografi membelokkan proses perkembangan kepribadian normal, denganmemberikan informasi yang salah tentang seksualitas, perasaan terhadap diri dan jasmani yang membuat anak binggung, berubah dan rusak.

Pronografi sering mengenalkan pada sensasi seksual sebelum waktunya. Padahal secara perkembangan, anak-anak belumlah siap menghadapinya. Pengetahuan tentang sensasi seksual ini dapat membingungkan dan memberi rangsangan berlebihan pada anak. Rangsangan seksual pornografi dan akibat akhir yang diperoleh darinya adalah merusak jiwa. Contohnya, jika rangsangan awal pada seorang anak lelaki adalah foto-foto porno, dia akan terbiasa terangsang melalui foto-foto itu. Hasilnya adalah sulit bagi seseorang mengalami kepuasan seksual, selain dari gambar-gambar porno.

Anak-anak merupakan amanah Allah. Untuk itu, seharusnya dijaga dan dididik sebaik-baiknya. Jangan biarkan moral dan akhlaknya teracuni pornografi yang sudah terbukti pengaruh buruknya. Seharusnya umat Islam bisa mengambil pelajaran dari bobroknya moral bangsa barat akibat menurutkan hawa nafsu mereka. Bukannya malahmeniru dan berusaha membudayakan. Jangan relakan anak-anak kita yang sudah berada dalam kesucian Islam ternodai budaya setan.

Keterangan Agama Suku Dani Jaya pura, Irian jaya?

Keterangan Agama Suku Dani Jaya pura, Irian jaya?


Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

Sebutan “Dani” untuk kelompok masyarakat yang menghuni Lembah Baliem sebenarnya diberikan oleh orang Amerika dan Belanda untuk orang Moni yang bermukim di dataran tinggi Paniai (Moni: orang asing). Kata moni ini selanjutnya berubah menjadi ndani untuk mereka yang tinggal di Baliem. Penduduk lembah Baliem sendiri menyebut diri mereka "nut akuni pallimeke" (kami dari Baliem).

Hutan-hutan lebat di Pegunungan Jayawijaya adalah “rumah” Suku Dani. Mereka hidup dari berburu / meramu hasil hutan dan sungai sekitar kampung mereka. Hutan rimba dan alam Baliem yang heterogen membentuk laki-laki Dani menjadi “prajurit-prajurit” tangguh. Mereka adalah ahli-ahli “kehutanan” yang gagah berani dalam mempertahankan “rumah”nya dari gangguan pihak asing. Pelanggaran zona dan aturan-aturan adat oleh pihak asing akan dihadapi prajurit-prajurit Dani, hingga memungkinkan terjadinya peperangan (wim abiyokoi). Namun demikian mereka juga mengenal perdamaian (kong gualim) sebagai penyelesaian perselisihan.

Di samping memanfaatkan hasil hutan, kesuburan tanah lembah Baliem berpotensi untuk diolah lanjut. Untuk itulah Suku Dani membuka hutan menjadi ladang-ladang pertanian. Pembukaan hutan menjadi ladang dan penjagaan keamanannya adalah tugas laki-laki Dani. Sedangkan penanaman dan pemeliharaan tanaman, yang lebih memerlukan kepekaan perasaan terhadap alam menjadi tugas kaum wanita. Pembagian tugas ini terejawantah pula dalam permukiman mereka. Tugas membuka hutan menjadi permukiman, membangun rumah, dan menjaga ketenteramannya adalah tugas kaum laki-laki. Memelihara hunian seisinya, termasuk “menumbuh-kembangkankan” generasi penerus adalah tugas kaum wanita.

Agama dominan kristen

materi referensi:

salam ikan..piiss..